Thursday, 20 June 2013

Family.Keluarga.Usrah.Kazoku.Gajog

"Where should i go if not to my family?"
"How can i live if the only family I have kick me out?"
"Who else will support me beside family?"
"What i dan do without family?"

Pernah terfikir soalan-soalan macam ni?
Pernah terlintas kalau suatu hari nanti tiba masa kita akan menyoal soalan ni?
Pernah terdetik apa akan terjadi dalam hidup kita bila kita mula menyoal soalan macam ni?

Family,dari situ kita belajar segala erti.
Ketawa,menangis,gembira,sedih.
Semua rasa dalam hidup.
Belajar apa itu makna kasih sayang.
Imagine someone without family,without parent to share their love and laugh..to share their cry and hurt.

Ever say that you are greatful with your family?
Because of them you are now live in this beautiful world.
Because of them you are who you are right now.
Just one word.'Thanks' is enough.Before too late.Before you realize that you lose something so meaningful.

Keluarga...
Itulah yang melindungi.
Itulah yang menjagai.
Itulah yang memberi.
Itulah yang  melatih diri.

Sekali kita tolak keluarga,selamanya kita menolak asal usul kita.Sebab dari situ datangnya kita.Dari situ bertatihnya kita.Dari anak tangga pertama ke atas.Sambil keluarga menyokong di bawah.Bila kita jatuh tergolek walau sehingga permulaan anak tangga sekali pun,tanpa disuruh,tanpa diminta,diangkatnya kita.Supaya boleh berdiri kembali,dan memulakan langkah baru.
Bertuahnya kita.

Usrah yang kita miliki,genggam,jangan dilepaskan atau terlepas.Kita cuma punya satu ikatan itu.Bila hilang ikatan itu,hidup kita hanya seperti kesedihan bertopengkan senyuman..

Aku bersyukur,aku berterima kasih.
Aku punya keluarga,aku punya kasih sayang,
Yang dimiliki hanya aku seorang,
Yang diketahui hanya aku seorang.
Alhamdulillah,syukran ya Allah...

Kau...

Kali pertama aku melihat kau,
Di sebalik pintu kelas,
Senyuman itu,
Terasa seperti masa berhenti,
Berputar.

Kali pertama minda mencatat nama itu,
Terasa seperti lullaby bermain,
Walau berjuta kali tidak pernah lelah,
Di bibir dan telinga.

Kali pertama minda mengenali diri,
Hati keras ini terpaut,
Tanpa sedar ia menyukai,
Malu dan lemah lembut yang menghiasi diri.

Kali pertama bertentang mata,
Kata itu bagai bayu pantai,
Meredakan gelisahnya hati,
Tanpa sekalipun beralih kencang,
Senyuman berputik.

Tanpa alasan diucap,
Berkecai binaan memori,
Bertahun mencari,bertahun menjejaki,
Aku menggenggam serpihan itu.

Kau bahagia memilih jalanmu,
Warna dan ribut yang baru,
Kau menegur salam perkhabaran,
Yang aku lepaskan lama dahulu.

Namun,kau terima ketidakpuasan hati itu,
Ketidakmatangan itu kau tanggung,
Sedikitpun tidak dibalas,
Petir yang keluar dari mulutku,
Ucapan maafmu bergetar perlahan.

Titisan yang jatuh di pipi itu,
Inginku bertanya ia 'adakah kau jujur?'
Kau mendoakan ku bahagia,
Sebelum bayangmu itu,
Sekali lagi hilang.

-wani_noshi-